Tanamanterung membutuhkan unsur hara terutama unsur hara N (Safei et al., 2014). Unsur hara N penting untuk menghasilkan hasil terung yang tinggi (zat hara) pada tanaman (Hadiyanto et al., 2003). Menurut Parnata (2010), pupuk kimia yang digunakan secara terus menerus dengan dosis yang terus meningkat setiap tahunnya dapat Tanamanuntuk memenuhi dan menjalani aktifitas hidupnya membutuhkan unsur hara, baik yang makro maupun yang mikro. Jika terjadi kekurangan atau defisiensi unsur hara tertentu, tanaman akan memberikan gejala tidak normal seperti pertumbuhan terhambat, atau terjadi perubahan warna pada daun dan batang. Gejala tersebut harus diidentifikasi dan Paimin 2005). Pada pH rendah (lebih kecil daripada pH 4,5) unsur Al dan Fe tersedia bagi tanaman, sedangkan kedua unsur tersebut amat beracun bagi tanaman. Kekurangan unsur hara mudah diatasi dengan cara pemupukan (Tatik, 2007). Boerhendhy dan Agustina (2006) mengemukakan bahwa tanaman karet juga anorganikmampu menyuplai kebutuhan unsur hara pada tanaman dalam keadaan tersedia sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tanaman (Lestari dan Kuntyastuti, 2016). Apabila dosis pupuk anorganik sesuai dengan kebutuhan tanaman, maka kebutuhan tanaman akan unsur hara dapat terpenuhi (Hariodamar et al. 2018). Pupuk urea memiliki kandungan Padatanah marginal pertumbuhan tanaman berada pada kondisi sub-optimal. Kekurangan optimal tersebut berbeda antara lain menurut lingkungan diamana tanah tersebut berada. Beberapa jenis tanah marginal antara lain: tanah masam, tanah salin, tanah tergenang, dan tanah alkalis. Munculnya tanah marginal bisa jadi karena kekurangan atau kelebihan hara. rUpbdy.

gejala kekurangan unsur hara pada tanaman pdf