Discovershort videos related to ilmu leak tingkat tinggi di bali on TikTok. Watch popular content from the following creators: Semara Jaya(@semarajayaaa), Ric. Project(@ericprima7), Scarindo Stories | Alief(@maliefrahman), Muliya Ening(@muliyaening), ™ᴀɢᴜɴᴋ ғᴊʀ 🇲🇨(@agunkfjr_) . Explore the latest videos from hashtags: #tingkattinggi, #keilmuantingkattinggi, # IlmuLeak pada dasarnya adalah ilmu kuno kerohanian yang diwariskan para leluhur Hindu di Bali dengan tujuan baik dan mencari pencerahan lewat aksara suci. Pengobatan ini akan dilakukan secara magis hingga tingkat kesembuhannya sangat tinggi. Itulah mengapa orang yang memiliki ajian ini harus menggunakannya secara bijaksana. Baca juga Ibu Discovershort videos related to ilmu leak tingkat tinggi on TikTok. Watch popular content from the following creators: Semara Jaya(@semarajayaaa), 🌏🙏EDISI_TERBATAS🙏🌏(@waluyojati99), SKSD_RUSSUH(@biar_rusuh_tapi_seru_), Sanggar Kebatinan dirisejati(@sukahoror_jogja), KESATRIA KUMBANG KAPUK(@rijal.baduy) . Explore the latest videos from hashtags: #tingkattinggi, # IlmuLeak Tingkat Bawah yaitu orang yang bisa ngeleak tersebut bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kaqmbing, babi betina (bangkung) dan lain - lain. 2. Ilmu Leak Tingkat Menengah yaitu orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda dan bisa terbang tinggi Ajian'Kereb Akasa' Ilmu Leak Tingkat Tinggi redsobek- 185 Views Ajian KEREB AKASA adalah salah satu ajian atau ilmu leak tingkat tinggi dimana penggunanya bisa berubah wujud menjadi sebuah kain putih yang sangat panjang. . Ilustrasi: Kerab Akasa ga93zV. 7 TINGKATAN ILMU LEAK DI BALI, Ilmu LEAK dalam hal kewisesan ilmu pengliakan ini bisa dipelajari dari lontar-lontar yang memuat serangkaian ilmu pengeleakan, antara lain; “Cabraberag, Sampian Emas, Tangting Mas, Jung Biru”. Lontar – lontar tersebut ditulis pada zaman Erlangga, yaitu pada masa Calonarang masih hidup. Pada Jaman Raja Udayana yang berkuasa di Bali pada abab ke 16, saat I Gede Basur masih hidup yaitu pernah menulis buku lontar Pengeleakan dua buah yaitu “Lontar Durga Bhairawi” dan “Lontar Ratuning Kawisesan”. Lontar ini memuat tentang tehnik-tehnik Ngereh Leak Desti. Selain itu lontar yang bisa dipakai refrensi diantaranya; “Lontar Tantra Bhairawa, Lontar Kanda Pat dan Lontar Siwa Tantra”. Leak mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani yang dipelajari. Ada tujuh tingkatan leak Leak barak brahma. Leak ini baru bisa mengeluarkan cahaya merah api. Leak bulan Leak pemamoran Leak bunga Leak sari Leak cemeng rangdu Leak siwa klakah. Leak siwa klakah inilah yang tertinggi. Sebab dari ketujuh cakranya mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya. Di samping itu, ada tingkatan yang mungkin digolongkan tingkat tinggi seperti Calon Arang Pengiwa Mpu Beradah Surya Gading Brahma Kaya I Wangkas Candi api Garuda Mas Ratna Pajajaran I Sewer Mas Baligodawa Surya Mas Sanghyang Aji Rimrim. Dalam gegelaran Sanghyang Aji Rimrim, memang dikatakan segala Leak kabeh anembah maring Sang Hyang Aji Rimrim, Aji Rimrim juga berbentuk Rerajahan. Bila dirajah pada kayu Sentigi dapat dipakai penjaga pengijeng pekarangan dan rumah, palanya sarwa bhuta-bhuti muang sarwa Leak kabeh jerih dan berikut kutipan mantranya Ih ibe bute leak, enyen ngadakang kite, sangiang mrucu kunda sangkan ibe ngendih, sangiang brahma menugra sire, kai sangiang siwa menugra kai, angimpus leak, angawe leak bali grubug, tutumpur punah, pengawe pande tikel, pengawen dewa tulak, aku sarinning sangiang rimrim, asiyu bale agung wong ngleak, kurang peteng 3x, jeng. Om ram rimrim durga dewi dan seterusnya…. Disamping itu, ada sumber yang mengatakan ilmu leak mempunyai tingkatan. Tingkatan leak paling tinggi menjadi bade menara pengusung jenasah, di bawahnya menjadi garuda, dan lebih bawah lagi binatang-binatang lain, seperti monyet, anjing ayam putih, kambing, babi betina dan lain-lain. selain itu juga dikenal nama I Pudak Setegal yang terkenal cantik dan bau harumnya, I Garuda Bulu Emas, I Jaka Punggul dan I Pitik Bengil anak ayam yang dalam keadaan basah kuyup. Dari sekian macam ilmu Pengleakan, ada beberapa yang sering disebut seperti Bajra Kalika yang mempunyai sisya sebanyak seratus orang, Aras Ijomaya yang mempunyai prasanak atau anak buah sebanyak seribu enam ratus orang. Di antaranya adalah I Geruda Putih, I Geringsing, I Bintang Sumambang, I Suda Mala, Pudak Setegal, Belegod Dawa, Jaka Tua, I Pering, Ratna Pajajaran, Sampaian Emas, Kebo Komala, I Misawedana, Weksirsa, I Capur Tala, I Anggrek, I Kebo Wangsul, dan I Cambra Berag. Disebutkan pula bahwa ada sekurang-kurangnya empat ilmu bebai yakni I Jayasatru, I Ingo, Nyoman Numit, dan Ketut Belog. Masing-masing bebai mempunyai teman sebanyak 27 orang. Jadi secara keseluruhan apabila dihitung maka akan ada sebanyak 108 macam bebai. Di lain pihak ada pula disebutkan bermacam-macam ilmu pengLeakan seperti Aji Calon Arang, Ageni Worocana, Brahma Maya Murti, Cambra Berag, Desti Angker, Kereb Akasa, Geni Sabuana, Gringsing Wayang, I Tumpang Wredha, Maduri Geges, Pudak Setegal, Pengiwa Swanda, Pangenduh, Pasinglar, Pengembak Jalan, Pemungkah Pertiwi, Penyusup Bayu, Pasupati Rencanam, Rambut Sepetik, Rudra Murti , Ratna Geni Sudamala, Ratu Sumedang, Siwa Wijaya, Surya Tiga Murti, Surya Sumedang, Weda Sulambang Geni, keputusan Rejuna, Keputusan Ibangkung buang, Keputusan tungtung tangis, keputusan Kreta Kunda wijaya, Keputusan Sanghyang Dharma, Sang Hyang Sumedang, Sang Hyang Surya Siwa, Sang Hyang Geni Sara, Sang Hyang Aji Kretket, Sang Hyang Siwer Mas, Sang Hyang Sara Sija Maya Hireng, dan lain-lain yang tidak diketahui tingkatannya yang mana lebih tinggi dan yang mana lebih rendah. Hanya mereka yang mempraktekkan ilmu-ilmu tersebut yang mengetahuinya. Tingkatan Leak pun sebenarnya sangat banyak. Namun karena suatu kerahasiaan yang tinggi, jadinya tidak banyak orang yang mengetahui. Mungkin hanya sebagian kecil saja dari nama-nama tingkatan tersebut sering terdengar, karena semua ini adalah sangat rahasia. Dan tingkatan-tingkatan yang disampaikan pun kadangkala antara satu perguruan dengan perguruan yang lainnya berbeda. Demikian pula dengan penamaan dari masing-masing tingkatan ada suatu perbedaan. Namun sekali lagi, semuanya tidak jelas betul, karena sifatnya sangat rahasia, karena memang begitulah hukumnya. Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu. Di sinilah penganut leak sering kecele, ketika emosinya labil. Ilmu tersebut bisa membabi buta atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama perguruan. Sama halnya seperti pistol, salah pakai berbahaya. Makanya, kestabilan emosi sangat penting, dan disini sang guru sangat ketat sekali dalam memberikan pelajaran. Selama ini leak dijadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang. Padahal ada aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam disebut penestian. Ilmu ini memang dirancang bagaimana membikin celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam. Ada pun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang lain sehingga emosi. Setelah emosi barulah dia bereaksi. Emosi itu dijadikan pukulan balik bagi penestian. Ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh, aji teluh teranjana. Ini disebut pengiwa tangan kiri. Kenapa tangan kiri, sebab setiap menarik kekuatan selalu memasukan energi dari belahan badan kiri. Pengwia banyak menggunakan rajah-rajah tulisan mistik juga dia pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan dijamin tidak bisa dirontgen dan di lab dan yang paling canggih adalah cetik racun mistik. Dan aliran ini bertentangan dengan pengeleakan, apabila perang beginilah bunyi mantranya, “ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan Yang paling canggih adalah cetik racun mistik. Aliran ini bertentangan dengan pengeleakan. Apabila perang, beginilah bunyi mantranya; ong siwa gandu angimpus leak, siwa sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan segara. Ilmu Leak ini sampai saat ini masih berkembang karena pewarisnya masih ada, sebagai pelestarian budaya Hindu di Bali dan apabila ingin menyaksikan leak ngendih datanglah pada hari Kajeng Kliwon Enjitan di Kuburan pada saat tengah malam. Redsobek – Ajian KEREB AKASA adalah salah satu ajian atau ilmu leak tingkat tinggi dimana penggunanya bisa berubah wujud menjadi sebuah kain putih yang sangat panjang. . Ilustrasi Kerab Akasa Perlu waktu bertahun-tahun bagi orang penekun leak untuk mencapai tingkatan ini dan harus tekun memuja Dewi Durga Birawi yang berstana di Pura Dalem,. karena Kereb Akasa adalah kerudung beliau. . Kata “Kereb” berarti kerudung dan “Akasa” berarti langit, Kereb Akasa bisa diartikan kerudung yang mampu menutupi langit. . Dimuat dalam berbagai lontar di Bali, saat Dewi Durga turun ke bumi beliau membawa sebuah kain sutra putih yang digunakan sebagai kerudungnya,. lalu kerudung tersebut dihidupkan menjadi makhluk halus yang menjadi salah satu “ancangan” atau bawahan Dewi Durga,. makhluk halus itulah yang kemudian disebut sebagai Kereb Akasa. . Dengan rupa atau wujud inilah yang kemudian ditiru oleh para pegiat ataupun penekun ilmu leak ini. Informasi yang serupa bisa anda baca dibawah … Perbedaan antara Kereb Akasa mahkluk halus ancangan Dewi Durga dengan Kereb Akasa jadi-jadian manusia penganut ilmu leak. Menurut penuturan orang yang pernah melihat Leak Kereb Akasa, kemunculannya selalu diawali dengan bau anyir seperti mayat,. kemudian terlihat sesosok kain putih usang yang membentang sangat panjang serta dipenuhi dengan kotoran tanah, terbang meliuk-liuk kesana kemari. . Konon Leak Kereb Akasa sangat jarang menyerang kecuali, ada orang yang berkata-kata kotor atau bertindak sembarangan ketika berpergian,. sehingga orang penekun leak menjadi terganggu dan ingin memberinya pelajaran. . Maka ia akan berubah wujud menjadi kain putih panjang yang kemudian menyerang korbannya dengan melilit dan membungkus tubuh korbannya hingga sang korban menghilang,. saat ditemukan korban menjadi linglung bahkan gila. . Ilmu Ajian Kereb Akasa’ Ilmu Leak Tingkat Tinggi ini tidak untuk para pemula atau hanya iseng-iseng saja dipelajari. … Agar menguasai ilmu leak Ajian Kereb Akasa butuh mental dan persiapan yang matang. . … Konon ilmu ini masih banyak peminatnya karena mitos-mitos yang beredar di masyarakat khususnya Hindu Bali, sering terjadi saat-saat hari nyepi. . Sebab dihari-hari sakral tersebut sangat baik untuk memperdalam ilmu kanuragan secara niskala. . Ada baik dan buruknya mempelajari ilmu kereb akasa ini karena apabila berhasil maka suatu kebanggaan sebagai penjaga diri. . Namun apabila gagal bisa menjadi momok menakutkan seperti merugikan diri sendiri, menjadi gila atau stress. . Persiapkanlah diri kalian apabila sudah siap secara lahir dan bhatin mempelajari ilmu kebhatinan ini. Semoga berhasil! Post Views 978 Daftar Isi Sejarah dan Asal-usul Leak Bali Cerita Mitos dari Leak Bali Seperti Apa Bentuk Leak? 1. Ilmu Leak Tingkat Bawah 2. Ilmu Leak Tingkat Menengah 3. Ilmu Leak Tingkat Tinggi Leak Melambangkan Apa? - Pernah mendengar leak Bali, detikers? Leak Bali merupakan makhluk yang terbentuk karena ilmu tertentu. Wujudnya digambarkan dengan mata yang besar dan gigi taring yang tajam. Masyarakat Bali memiliki cerita mitos yang mereka percayai terkait asal-usul leak Bali ini. Penasaran seperti apa asal-usul leak Bali dan kisah mistis dibaliknya? Simak artikel berikut ini!Dikutip dari asal-usul leak Bali dimulai dari tujuan seseorang yang berusaha membuka segala batasan yang dimilikinya di dalam diri. Dalam hal ini, leak berarti mengganti juga mengubah identitas diri yang terikat dengan rendahnya kesadaran seseorang. Ilmu leak berusaha memperdalam hubungan penganutnya dengan kekuasaan yang besar dan tak terbatas dengan cara Leak terkadang disalah artikan sebagai ilmu hitam. Padahal, ilmu leak merupakan upaya memperoleh pengalaman dalam melampaui diri melalui meditasi, sedangkan ilmu hitam adalah metode dengan teknik atau cara yang merugikan orang lain. Makna sesungguhnya dari leak adalah menempatkan aksara suci ke dalam tubuh manusia. Menurut sifat penggunaannya, ilmu leak dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu satwika baik, rajasika ego dan keakuan, dan tamasika emosi buruk. Hal ini menandakan leak sebagai ilmu yang netral. Di sisi lain, menjelaskan leak sebagai jelmaan binatang seperti kera, babi, dan ayam, untuk menakut-nakuti seseorang. Hal ini membuat orang bertanya-tanya, apakah kehadiran leak menyakiti manusia? Nyatanya, secara umum, leak tidak menyakiti karena prosesnya sendiri cukup bagus bila seseorang memang berminat Mitos dari Leak BaliMisteri leak Bali tidak berhenti sampai pada pengertian ilmunya saja. Ada sejumlah mitos dari masyarakat Bali yang menjelaskan asal-usul leak Bali tersebut. Menurut masyarakat Bali, legenda leak bali berasal dari cerita yang muncul pada abad ke-11 Masehi, yaitu ketika pemerintahan Raja Erlangga itu, masyarakat berspekulasi seorang janda bernama Calonarang memiliki ilmu sihir hitam karena sering melantunkan kidung-kidung berbahasa aneh. Tidak jarang, perempuan itu bersembunyi dan mengurung diri ketika matahari terbenam dan buruk yang dimilikinya membuat pemerintah dan warga sepakat mengambil tindakan untuk menghukumnya. Namun, karena takut berhadapan langsung, para prajurit istana berencana membunuhnya saat tertidur di malam hari. Naas, Calonarang bangun ketika para prajurit hendak melakukan rencananya sehingga ia pun marah. Matanya seolah akan keluar, dilengkapi gigi taring panjang yang dimilikinya. Calonarang menyemburkan api dari mulutanya hingga para prajurit mati dan cerita inilah yang menjadi asal-usul leak Apa Bentuk Leak?Menurut Asosiasi Parapsikologi Nusantara yang dikutip dari sejumlah kitab lontar menjelaskan ilmu-ilmu leak, di antaranya ada Lontar Cambra Berag, Lontar Sampian Emas, Lontar Tanting Emas, dan Lontar Jung Biru. Selain itu, ilmu leak juga memiliki tingkatannya tersendiri. Berikut ini penjelasannya1. Ilmu Leak Tingkat BawahTingkatan pertama sekaligus terendah adalah ilmu leak tingkat bawah. Ilmu ini merupakan ilmu untuk mengubah wujud seseorang menjadi binatang, seperti monyet, anjing, babi, kambing, ular, dan masih banyak Ilmu Leak Tingkat MenengahTingkatan kedua ilmu leak adalah tingkat menengah, yaitu kemampuan untuk mengubah wujud seseorang menjadi burung garuda. Dalam bentuk lainnya, seseorang dapat berubah menjadi Pitik Bengil yang mempunyai paruh dan cakar yang berbisa, dengan mata yang mengeluarkan api. Ilmu tingkat menengah ini juga dapat mengubah seseorang menjadi Jaka Tungul, yang digambarkan sebagai pohon enau tanpa daun. Pada batangnya, pohon enau tersebut dapat mengeluarkan api serta bau busuk yang Ilmu Leak Tingkat TinggiTingkatan akhir ada pada tingkatan tinggi. Pada ilmu leak tingkat tinggi, leak dapat mengubah wujud seseorang menjadi Nyai Rangda. Ilmu tingkat tinggi leak juga mampu mengubah orang menjadi Bade, menara pembawa jenazah bertingkat dua puluh satu atau dalam bahasa Balinya disebut tumpang selikur. Tubuh menara itu berisi api sehingga siapapun yang kena akan hangus menjadi Melambangkan Apa?Leak sendiri merupakan gabungan dari kata le dan ak. Le berarti penyihir, dan ak berarti jahat. Oleh karena itu, dalam mitologi Bali, leak dilambangkan sebagai penyihir leak hanya bisa dilihat pada malam hari oleh para dukun pemburu leak. Pada siang hari, ia akan terlihat seperti manusia biasa. Sementara itu, ketika hari menyentuh malam, ia akan berada di sekitar kuburan untuk mencari organ-organ dalam tubuh manusia yang bisa digunakannya untuk membuat ramuan sihir. Namun, leak juga bisa mengincar organ manusia yang masih sihir dari organ-organ yang dikumpulkan leak dapat mengubah bentuknya menjadi sosok hewan yang ganas, seperti harimau, kera, babi, atau bisa juga menjadi Rangda, yaitu ratu dari para leak. Hal ini menghasilkan cerita baru untuk leak, bahwa leak dapat berupa kepala manusia dengan organ-organ yang masih menggantung di kepalanya. Leak tidak hanya mengincar organ tubuh, tetapi juga senang menghisap darah bayi di dalam kandungan. Biasanya, mereka akan terbang untuk mencari perempuan tiga leak yang terkenal. Dua di antaranya perempuan dan satu laki-laki. Menurut kepercayaan lainnya dari orang Bali, leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Padahal, bentuk sesungguhnya dari leak adalah orang yang memiliki lidah panjang dan gigi tajam. Sejumlah orang beranggapan, sihir leak hanya berfungsi di Bali sehingga leak hanya ditemukan di asal usul leak Bali dan kisah mistis di baliknya. Leak Bali dapat terwujud karena adanya ilmu yang dipelajari seseorang untuk membuka segala batasan dalam diri. Semoga informasi ini membantu detikers mengenal leak Bali lebih dalam, ya! Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] des/fds Selama ini leak di Bali didefinisikan sebagai sosok mengerikan, ataupun ilmu mistik yang bersifat merusak dan menyakiti. Padahal penilaian tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena masih banyak hal positif dari ilmu pengleakan ini. Pada dasarnya, ilmu apapun di dunia bersifat netral, tergantung manusia yang tidak terlanjur dinilai salah kaprah, Universitas Hindu Indonesia UNHI Denpasar meluruskan pemahaman tentang ilmu leak, yang sejatinya merupakan warisan budaya Bali. Sekadar diketahui, tahun 2019 lalu perguruan tinggi berencana membuka program studi Prodi Ilmu Pengleakan. Pihaknya bahkan sudah melakukan berbagai persiapan awal di antaranya melakukan Focus Group Discussion FGD, seminar, dan berencana mengundang para ahli untuk mendiskusikannya lebih ini fakta-fakta tentang ilmu leak. Baca Juga Jenis-jenis Kasta Jin, Ada yang dari Golongan Bangsawan 1. Seluruh ilmu pengetahuan di dunia bersifat netral, apapun itu jenisnya. Tergantung bagaimana manusia memanfaatkannya. Ilmu Leak sendiri adalah ilmu menempatkan aksara suci dalam tubuhIDN TimesMenurut Dosen UNHI Denpasar sekaligus praktisi lontar Bali, Prof Dr I Wayan Suka Yasa MS, sejatinya ilmu pengetahuan apapun yang ada di dunia bersifat netral. Justru yang menjadikan terlihat baik atau buruk, positif atau negatif adalah manusianya sendiri. Serupa dengan pisau. Jika digunakan untuk memotong makanan, maka kita bisa makan. Sedangkan jika pisau digunakan untuk membunuh manusia, tentu akan negatif pula pandangan yang akan juga Ilmu Leak. Rwa Bhineda atau dua hal yang berbeda dan bertentangan tapi tidak bisa dipisahkan, akan selalu ada di dunia. Karena itu, pemanfaatan ilmu pengetahuan yang sudah dikuasai tergantung pada manusia itu merupakan ajaran Tantra Yoga yang sudah berkembang sejak zaman kerajaan Kediri, kemudian dinarasikan dalam bentuk cerita Calonarang. Sampai sekarang ilmu leak masih berkembang di Tipe-tipe ilmu leak berdasarkan manfaatnyaHenry Scragg Leak Baca Liak, menurut Suka Yasa, berdasarkan lontar bermakna Linggihang Aksara Li-Ak. Linggih artinya mendudukkan atau menempatkan. Sehingga Ilmu Leak Liak sesungguhnya bermakna menempatkan aksara suci ke dalam tubuh manusia. Sekali lagi, ilmu bersifat netral. Penggunaan Ilmu Leak jika dilihat sifatnya dikelompokkan menjadi tiga. Yakni satwika Baik, rajasika Ego dan keakuan dan tamasika Emosi buruk.Menurut Suka Yasa, ada ribuan lontar yang terkait dengan pengleakan baik dari segi filsafat, teknis, serta sub ilmu pengleakan. Secara dasar, ia menjelaskan ada tiga tipe ilmu leak. Yakni penengen, pengiwa, dan kamoksan. Ilmu penengen adalah ilmu yang diarahkan untuk kebaikan. Biasanya digunakan oleh balian Dukun untuk mengobati orang sakit, membuat hubungan yang renggang kembali jadi harmonis, dan kebaikan tipe pengiwa adalah ilmu yang bersifat destruktif atau merusak dan menyakiti. Justru tipe ilmu leak inilah yang populer di Bali. Sehingga masyarakat berpandangan negatif terhadap ilmu leak. Hal ini kemungkinan karena manusia yang mempelajari ilmu leak masih memiliki ego yang tinggi. Sehingga ilmunya digunakan untuk melampiaskan emosi, dendam, kebencian dan iri hatinya. Ilmu pengiwa ini bersifat tamasika.“Pengiwa ini justru yang populer, yang destruktif, bersifat tamasika. Padahal pengleakan tidak hanya ini. Tentu yang destruktif tidak akan dikembangkan di prodi ini. Hanya sebatas gambaran saja, bukan untuk dipraktikkan. Kita kaji dari aspek-aspek keilmuan. Sebab ilmu itu kan netral,” itu ada aspek terakhir dalam ilmu leak, yakni kamoksan atau ilmu kelepasan. Moksa dalam ajaran agama Hindu adalah tujuan hidup terakhir, yaitu kebebasan dari ikatan duniawi dan putaran reinkarnasi kehidupan. Sehingga ilmu leak terdiri dari ilmu kawiwesan penengen pengiwa untuk duniawi, dan ilmu kelepasan untuk lepas dari duniawi.“Setelah eksis di dunia, kita tidak mungkin mengingkari bahwa kita akan mati, tetapi bagaimana menuju mati yang benar. Nah, ini ada ilmu khusus yang disebut dengan ilmu kamoksan. Sehingga belajar ilmu leak yang sempurna itu ketika belajar sampai di ilmu kelepasan. Kalau belajar di tingkat kawisesan saja, akan sulit lepas dari duniawi,” imbuhnya. Baca Juga Konon, 7 Cara Seperti Ini Dapat Melihat Hantu dalam Hitungan Jam 3. Kalau di Jepang ada fakultas ninja, yang sesungguhnya sama dengan ilmu pengleakanIDN TimesPenekun spiritual, I Gusti Agung Ngurah Harta, sangat mengapresiasi adanya inisiatif membentuk prodi ilmu pengleakan. Dengan begitu, ilmu leak akan dikaji secara keilmuan seperti yang dilakukan oleh murid-muridnya di Eropa. Ngurah Harta selama ini kerap mengajarkan aksara Bali yang menjadi dasar ilmu pengleakan hingga ke benua Eropa.“Selama ini masyarakat selalu negatif pendapatnya tentang pengleakan. Padahal pengleakan dasarnya sastra dan aksara. Ini harus dikuasai dengan baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mampu menekuni pengleakan secara utuh. Pelurusan dan penyelarasan ini yang harus kita lakukan, dan saya sangat mendukung adanya prodi ini. Di Jepang ada fakultas ninja, yang sesungguhnya itu sama dengan ilmu pengleakan,” Harta mengauk kerap mengajar ilmu pengleakan ke negara-negara Asia dan Eropa. Di luar sana, ilmu-ilmu ini justru dihargai dengan mahal. Semakin dalam dan berkualitas ilmunya, semakin mahal bayarannya. Ngurah Harta tentu sangat berharap, orang Bali sebagai pemilik asli warisan ilmu pengleakan, mau melestarikannya sampai kapanpun.“Orang asing saja mendekati ilmu ini, kenapa kita malah menjauhi. Orang Bali masih suka bertengkar, tapi orang asing sudah melakukan penelitian. Sekarang di Eropa sangat berkembang, saya mengajar di sana, dan sangat diminati,” paparnya.“Suatu saat jika prodi ini benar-benar sudah berdiri, saya akan minta siswa saya dari Eropa untuk mengajar dasa aksara di sini. Supaya orang Bali terperangah, turis saja tahu banyak soal ilmu leak, sehingga menggunggah kemauan untuk melestarikan ilmu warisan budaya ini,” harapnya. Baca Juga Kunjungi Taman Festival Bali Tengah Malam, Disambut Penampakan Leak Atraksi Leak-Ilustrasi Nusantaranews adapatasi dari berbagai sumber – Asal Usul Leak dan Kekuatannya Kini. Sebermula, tercipta sekelumit kisah menegangkan tentang seorang janda mandraguna. Dayu Datu nama janda yang hingga kini oleh sebagian masyarakat diyakini sosok dan ruwayatnya. Dayu Datu menurut cerita tutur rakyat setempat hidup di Desa Girah, letaknya di pesisir dan masih berada dalam kawasan Kerajaan Majapahit masa itu. Dayu Datu kemudian kesohor namanya dengan sebutan Calon Arang. Dikisahkan pula, Dayu Datu sendiri yang menuliskan seluruh ilmi sihir miliknya menjadi sebuah kitab ilmu hitam. Iinilah muasal yang dipercayaai sebagai cikal-bakal lahirnya Leak. Leak bagi sebagian masyarakat sudah tidak asing lagi sebagai salah jenis mahluk yang mungkin cukup menakutkan. Leak dalam penggalan catatan sejarah dinyatakan sudah ada sejak abad ke-11. Tepatnya ketika Raja Airlangga 1006-1042 M memerintah di Jawa Timur sejak 1021 M. Tentu saja cerita Leak tidak begitu saja terjadi. Kokon, dulu si Calon Arang kalah tempur sebab kitab saktinya miliknya dicuri dan diamankan oleh Mpu Bharadah. Setelah Kitab sihir berada di tangan Mpu Bhadarah, tidak jelas ke tangan siapa Kitab sakti tersbut berpindah. Akan tetapi beberapa murid Calon Arang yang telah mempelajari sebagian ilmu sihir Calon Arang, melarikan diri ke pulau Bali. Di Pulau Dewata itulah, beberapa murid tersebut melestarikan ilmu sihir Calon Arang dan mengajarkan kepada sesiapa yang ingin mempelajarinya. Selanjutnya, ilmu sihir yang berkembang di Bali termasyhur dengan sebutan Leak. Oleh karena itulah kisah calon arang ini sangat dekat dengan adat masarakat Hindu Bali sehingga Calon Arang di klaim sebagai orang Bali. Perlu diketahui juga bahwa pada masa itu Bali juga berada dalam kekuasaan Airlangga, dan diperintah oleh adik dari Airlangga sendiri yang bernama Anak Wungsu. Leak dalam mitologi Bali adalah penyihir jahat. Le’ artinya penyihir dan ak’ artinya jahat. Leak hanya bisa dilihat di malam hari oleh para dukun, sebab pada siang hari meraka tampak seperti manusia biasa. Menurut kepercayaan orang Bali, Leak adalah manusia biasa yang mempraktekkan sihir jahat dan membutuhkan darah embrio agar dapat hidup. Dikatakan juga bahwa Leak dapat mengubah diri menjadi babi atau bola api, sedangkan bentuk Leak yang sesungguhnya memiliki lidah yang panjang dan gigi tajam. Beberapa orang mengatakan bahwa sihir Leak hanya berfungsi di pulau Bali, sehingga Leak hanya ditemukan di Bali. Apabila seseorang menusuk leher Leak dari bawah ke arah kepala pada saat kepalanya terpisah dari tubuhnya, maka Leak tidak dapat bersatu kembali dengan tubuhnya. Jika kepala tersebut terpisah pada jangka waktu tertentu, maka Leak akan mati. Ilmu leak ini bisa dipelajari pada lontar – lontar yang memuat serangkaian Ilmu Hitam. Lontar ini terbuat dari daun pohon lontar yang dibuat sedemikian rupa dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 3 cm dan diatasnya bertuliskan aksara Bali dengan bahasa yang sangat sakral. Murid-murid Calon Arang yang melarikan diri ke Bali menuliskan Ilmu Pengleakan pada kitab lontar dan membuatnya dalam empat kitab yaitu, Lontar Cambra Berag, Lontar Sampian Emas, Lontar Tanting Emas dan Lontar Jung Biru. Sedangkan Ilmu leak ini ada 3 tingkatan. Antara lain, Ilmu Leak Tingkat Bawah yaitu orang yang bisa ngeleak tersebut bisa merubah wujudnya menjadi binatang seperti monyet, anjing, ayam putih, kambing, babi betina bangkung dan lain – lain. Kemudian Ilmu Leak Tingkat Menengah yaitu orang yang bisa ngeleak pada tingkat ini sudah bisa merubah wujudnya menjadi Burung Garuda dan bisa terbang tinggi, paruh dan cakarnya berbisa, matanya bisa keluar api, juga bisa berubah wujud menjadi Jaka Tungul atau pohon enau tanpa daun yang batangnya bisa mengeluarkan api dan bau busuk yang beracun. Tingkat terakhir, Ilmu Leak adalah Tingkat Tinggi yaitu orang yang sudah bisa merubah wujudnya menjadi Bade yaitu berupa menara pengusungan jenasah bertingkat dua puluh satu atau tumpang selikur dalam bahasa Bali dan seluruh tubuh menara tersebut berisi api yang menjalar – jalar sehingga apa saja yang kena sasarannya bisa hangus menjadi abu. Achmad/Sule

ilmu leak tingkat tinggi